Page Nav

HIDE
GRID_STYLE
FALSE
FADE

Left Sidebar

TO-RIGHT

Breaking News

latest
Ads

Rektor Uswim Membuka Kuliah Perdana Secara Daring, 650 Mahasiswa Baru Siap Ikuti Perkuliahan

KOMPAS.PAPUA, NABIRE -    Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Dr. Drs. Petrus Izaach Suripatty, M.Si.,  membuka kuliah ...


KOMPAS.PAPUA, NABIRE Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Dr. Drs. Petrus Izaach Suripatty, M.Si., membuka kuliah perdana pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2021/2022 secara Daring (Online), pada Senin (06/09/21), Pukul 10.00 WIT.

Dalam arahannya kepada 650 Mahasiswa Baru, Rektor Suripatty menegaskan bahwa untuk menindakkanjuti keputusan Rapat pimpinan dan kelender akademik Uswim Tahun Akademik 2021/2022, maka pada hari Senin, 06 September 2021, 5 Fakultas di Uswim telah melaksanakan ibadah Syukur untuk memulai kuliah semester ganjil.

Menurut Suripatty, ibadah dan pembukaan kuliah tersebut sengaja dilaksanakan pada masing-masing Fakultas karena atas pertimbangan bahwa selain situasi pandemi, juga karena jumlah mahasiswa Uswim yang sebenarnya tercatat pada pangkalan data DIKTI di Tahun Akademik 2020/2021 sudah cukup banyak, yaitu berada pada kisaran tiga ribu dua ratusan.

Ketika ditemui awak media ini usai acara pembukaan kuliah, Suripatty menjelaskan bahwa seluruh mahasiswa Uswim dituntut untuk tetap disiplin mengikuti apa yang sudah ditetapkan dengan mengikuti perkembangan yang ada. 

"Mahasiswa Uswim tidak boleh kalah dengan situasi yang ada sekarang ini. Bahwa dengan adanya pandemi Covid-19 ini, kita justru dituntut untuk memanfaatkan teknologi IT secara maksimal. Fasilitas IT di kampus Uswim kan sudah cukup mumpuni. Jadi ikuti perkembangan dan harus berusaha semampu mungkin untuk belajar dan menyesuaikan diri," demikian pesan Suripatty.

Suripatty menambahkan bahwa dalam apel bersama para pimpinan Perguruan Tinggi dengan LLDIKTI Wilayah XIV Papua dan Papua Barat yang dilaksanakan secara online, hal terpenting adalah semua unsur civitas akademika harus saling menyadari fungsi, tugas dan tanggungjawabnya, baik itu sebagai Rektor, sebagai Wakil-Wakil Rektor, sebagai Kepala-Kepala Biro dan Pejabat Struktural maupun Pejabat Fungsional yakni Dosen dan staf administrasi.

"Semuanya harus memfungsikan diri sebagai pelayan. Kita ini bukan Tuan. Siapa Tuan? Mereka adalah Mahasiswa yakni anak-anak kita yang datang untuk menuntut ilmu. Sehingga saya berharap para pelayan ini bekerja dengan hati dalam mengelola atensi atau perhatiannya," ungkap Suripatty. 

Karena bagi Suripatty, bahwa dengan berhasil mengelola atensi atau perhatian tersebut, maka akan membuat yang bersangkutan bekerja dengan maksimal sebagai pelayan yang siap melayani siapa saja, kapan saja, dimana saja, dan dengan cara apa saja.

Dr. Drs. Petrus I. Suripatty, M.Si (Rektor USWIM)

Hal lainnya menurut Suripatty, bahwa hingga saat ini Uswim Nabire masih memberikan keringanan dalam pembayaran uang kuliah dengan cara mencicil beberapa kali. 

"Saya selaku Rektor Uswim tetap mengambil kebijakan untuk memudahkan pembayaran uang SPP atau sumbangan partisipasi pendidikan di Uswim ini dengan cara mencicilnya setiap bulan selama satu semester, yakni selama 6 bulan," ungkapnya.

Diakui Suripatty bahwa keputusan tersebut diambil tentunya atas pertimbangan terhadap kondisi keterbatasan ekonomi keluarga para mahasiswa, namun mereka tetap memiliki niat yang sangat kuat untuk berkuliah. "Ini sesuatu hal yang perlu kami apresiasi," tuturnya.

Adapun menurut Suripatty, jumlah mahasiswa baru yang diterima pada kampus Uswim untuk Tahun Akademik 2021/2022 adalah berjumlah 650 Mahasiswa Baru yang tersebar pada 13 Program Studi dalam 5 Fakultas yang ada. Sementara mahasiswa lama yang masih dalam proses menyelesaikan kuliahnya sekitar 400-an mahasiswa.

"Untuk proses pembelajaran dalam semester Ganjil kali ini akan diberlakukan dengan sistem Luring atau tatap muka sebanyak 40%, dan sistem Daring atau online sebanyak 60%," demikian beber Suripatty.

Hal lainnya lagi, menurut Suripatty bahwa dalam semester Ganjil tersebut pihak Uswim juga memberlakukan disiplin dalam berpakaian kepada semua civitas akademika di Uswim, yang dalam hal ini semua mahasiswa maupun dosen wajib berpakaian dan berpenampilan rapi.

"Hampir semua saya pantau tadi, bahwa sekitar 80 persen sudah berpenampilan rapi, dimana para dosen dan staf Uswim yang bapak-bapak menggunakan dasi, dan ibu-ibu dosen menggunakan bleser. Ini hal yang sangat baik, dan saya berharap anak-anak saya para mahasiswa juga bisa ikut berpenampilan rapi sehingga auara intelektualnya itu bisa terpancar," demikian pungkas Dr. Drs. Petrus I Suripatty, M.Si., selaku orang nomor satu di kampus Uswim tersebut. *Red

Redaktur: Nona Papua

No comments