Page Nav

HIDE
GRID_STYLE
FALSE
FADE

Left Sidebar

TO-RIGHT

Breaking News

latest
Ads

Vaksinasi Covid-19 Perdana di Puncak Jaya, Kapus Mulia Orang Pertama Terima Vaksin

KOMPAS PAPUA- Vaksinisasi Covid-19 tahap pertama digelar di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, yang bertempat di Sasana Kawonak, kota Mulia, pada...

KOMPAS PAPUA-Vaksinisasi Covid-19 tahap pertama digelar di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, yang bertempat di Sasana Kawonak, kota Mulia, pada Jumat (26/2/21). Secara simbolis, dilakukan terhadap Tenaga Kesehatan (Nakes), yaitu dokter, perawat dan bidan, yang selanjutnya kepada masyarakat Puncak Jaya guna melindungi serangan virus Novel Coronavirus-19 (n-Cov19).

Adapun orang pertama di Puncak Jaya yang mendapatkan kehormatan untuk disuntik vaksin sinovac Covid-19 adalah Kepala Puskesmas (Kapus) Mulia, Drg. H. Miftahul Huda, yang akan dilakukan 2 tahap tepat Pukul. 14.00 WIT.

Pantauan awak media, Tim Vaksinator yang telah dilatih langsung terjun melakukan praktek secara bergantian dari RSUD sampai dengan ke Puskesmas kepada Tenaga Kesehatan (Nakes) dengan tetap mendapat pendampingan dari asistensi dari pelatih.

Ditemui awak media ini 30 menit usai melakukan vaksinasi, Kepala Puskesmas Mulia, Drg. H. Miftahul Huda, yang juga merupakan salah seorang tokoh Agama Islam di Mulia mengungkapkan bahwa setelah disuntik dirinya merasakan tetap dalam kondisi normal.

"Setelah di suntik, kami tidak rasa apa-apa, tetap normal, tidak pusing, sesak dan sebagainya. Oleh karena itu jangan takut, saya mengajak seluruh masyarakat Puncak Jaya untuk menyukseskan dan berpartisipasi dalam Vaksinasi Covid-19," demikian ungkap Drg. H. Miftahul Huda, selaku Kapus Mulia.

Tak lupa pada kesempatan itu Huda juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemda dan Bupati Puncak Jaya yang sudah memfasilitasi kegiatan vaksin perdana dapat berjalan sebagaimana adanya.

"Sebagai orang pertama yang divaksin di Puncak Jaya, kami ucapkan terima kasih kepada Pemda dan Bapak Bupati yang telah memfasilitasi Nakes," ujar Huda.

Pantauan awak media, tidak mudah memang untuk seseorang memperoleh Vaksin Sinovac selama kondisi sehat dan memenuhi kriteria atau persyaratan Vaksin, sebab mekanismenya harus memenuhi standar Protokol Kesehatan.

Kasi P2PTM Dinkes Provinsi Papua, Yamamoto, menjelaskan kepada awak media ini bahwa untuk seseorang bisa menerima vaksin, harus mengikuti aturan yang terdapat pada SOP pelayanan khusus dalam pemberian vaksin.

"Calon penerima mendatangi Meja registrasi I-A (registrasi online/aplikasi) dan Meja I-B (registrasi offline) dengan membawa KTP untuk didaftar," demikian terang Yamamoto.

Selanjutnya, kata Yamamoto, penerima atau peserta pindah ke meja II (Screening), dimana akan dicek atau identifikasi dengan pertanyaan dan diperiksa suhu tubuh tidak boleh diatas 37 derajat celsius dan tekanan darah tidak boleh tinggi atau melampaui 180/110 mmHg,dan seterusnya dilakukan pengecekan kolesterol atau gula darah.

Yamamoto menuturkan bahwa rentetan pertanyaan yang diberikan pun seputar kesehatan. Diantaranya riwayat kontak dengan pasien Covid sebelumnya atau sudah terpapar, status hamil ditunda sampai melahirkan dan ibu menyusui boleh divaksin, riwayat alergi, penyakit kronis, dan penyakit asma dapat diberikan dalam kondisi terkontrol.

"Jika memiliki riwayat jantung, ginjal kronis, cuci darah, penyakit hati/lever, kanker maka vaksin tidak dapat diberikan. Adapun Diabetes Melitus dan HIV dapat diberikan dengan kondisi tertentu. Sedangkan khusus kaum Lansia, jika memenuhi kriteria kesehatan tertentu," jelas Yamamoto.

Dirinya mengungkapkan bahwa jika dinyatakan memenuhi syarat atau dikatakan Screening bagus, maka peserta melanjutkan ke Meja III (Vaksinasi), dimana akan diberikan penjelasan dan diinjeksi oleh petugas yang menggunakan APD lengkap.

"Sampai di Meja IV (Observasi), peserta yang sudah disuntik akan dipantau selama 30 menit ke depan untuk melihat reaksi tubuh. Selanjutnya setelah itu jika tidak ada gejala maka diberikan kartu vaksin dan mengisi status serta akan diberikan penjelasan untuk suntikan/dosis kedua," demikian beber Yamamoto.

Adapun kegiatan vaksinasi tersebut adalah lanjutan Pelatihan Tata laksana Vaksinasi bagi Vaksinator di Fasyankes kerjasama BBPK Makassar dan Dinkes Provinsi Papua, pada 25 Februari kemarin yang dibuka secara langsung oleh Plh. Sekda, Yahya Wonerenggo.(Red-Humas PJ)

No comments